Dilarang Merokok!!!

Merokok yang banyak dilakukan orang terutama laki-laki apakah hukumnya makruh atau haram?, banyaklah pendapat yang bersimpang-siur tentang masalah hukum merokok ini, tapi kalau kita mau berjujur diri maka kita akan mendapatkan kenyataan bahwa merokok adalah haram hukumnya, karena merokok bila dikerjakan merusak tubuh alias berdosa, sedangkan bila ditinggalkan ya... tentu saja harus karena haram eheheh..., tapi bagi yang sudah kadung merokok yang tentu saja sulit sekali untuk menghentikannya, ya terima saja hukumannya, lalu carilah amal pahala yang setimbang untuk menghapusnya, daripada harus menghalalkan yang haram yang tentu saja artinya jadi menentang, ingat melanggar dengan menentang jauh sekali bedanya.


Entah siapa yang memulai kebiasaan merokok ini, tentunya sangat jenius orangnya sehingga begitu banyak orang yang terperosok kepada kebiasaan jelek ini, sungguh luar biasa hasilnya entah berapa juta orang yang merokok di dunia ini, tentu orang-orang yang sama jeniusnya yang juga memulai pada minuman, obat terlarang juga narkotik serta yang lainnya yang sejenis khamr atau memabukan karena dampaknya juga sama hebatnya, sama banyaknya yang terperosok.

 

Memang menjadi pusing memikirkannya (sambil ngebul, fuhh...), mengamati fungsinya merokok, miras, narkoba semuanya adalah penghilang gelisah ataupun stress dengan kekuatan yang berbeda-beda, begitu pendapat dari seorang psikiater yang mengkonsumsi obat relaxasi karena pusing juga dengan sedemikian banyaknya pasien yang stress semua, lagi pula katanya obat ini tidak adiktif atau tidak jadi ketagihan, walaupun sebenarnya yang nagih itu bukan adiktif atau tidaknya tetapi pusingnya itu, orang yang merokok itu ketagihan nikotin dalam tubuhnya, tetapi yang paling parah minta nya ya gelisahnya, jadi ketagihannya itu karena permasalahannya itu, sebenarnya sih orang muslim yang baik tidak akan stress ataupun gelisah, karena tawadhu, sabar dan bersyukur, tapi yaitulah susah jadi muslim yang baik, makanya ada istilah be a good muslim or die as syuhada.

 

Sekarang ini di dunia, juga di indonesia sedang terjadi persaingan ketat kampanye anti narkoba dan anti merokok yang kelihatannya anti narkoba kalah modal oleh anti merokok yang didukung power serta keuangan yang luarbiasa sekali mengherankannya, padahal saat ini korban narkoba sudah sangat banyaknya, seharusnya partisipan anti narkobalah yang menang bila dibandingkan partisipan anti merokok, sungguh mengherankan, apakah ada udang di balik rokok?.

 

Kampanye anti merokok di negara-negara barat sudah meningkat kepada tingkat bermusuhan, di toko-toko sudah tersedia alat-alat untuk membalas asap rokok dengan asap kalengan, seakan-akan yang merokok itu sudah seperti penjahat yang harus di semprot dengan gas airmata, saking takutnya orang yang sudah berhenti merokok itu ketagihan lagi saking menariknya, daya tarik rokok itu, bagi yang tidak pernah merokok mereka ketakutan menjadi perokok pasif yang katanya jauh lebih parah dari perokok aktif, ketakutan dari akibat rokok sebenarnya adalah bayangan dari ketakutan kepada kematian, padahal setiap yang hidup pasti akan mengalami kematian, setiap orang tidak akan tahu kapan kematiannya akan menjemput, sebab sehat, sakit maupun mati adalah hak Allah.

 

Hmm... jangan-jangan udang dibalik anti merokok ini memang ada, selain power dan keuangannya yang begitu kuat, juga mengindikasikan kepada sistem kuno adu domba juga yang memang sejak jaman dahulu ampuh terhadap orang yang senang sekali termakan prasangka atau ahlul suudzon, soalnya di jaman sekarang ini ghibah di acara-acara infotainment sangatlah digemari untuk pelengkap bahan prasangka, selain itu, bila memandang keadaan saat-saat sekarang ini yang negara-negara di hancurkan ekonominya lalu dihutangi lalu disiasati dalam perdagangannya oleh institusi berpower super, tentu saja kehidupannya susah, sedangkan jadi muslim yang baik pun belum siap, belum lagi serangan pornografi dan kekejaman, kesadisan dari media filem juga media cetak yang juga ada yang membacking dengan power sangat besar pula, bahkan dengan segala ancaman blocking ekspor, semua itu tentu saja menimbulkan banyak kegelisahan dan stress yang paling murah obatnya secara mental, kesehatan dan kantung ya cuma rokok, sebab kalau berpindah ke lem hisap saja atau penyalah gunaan obat sesak dan obat sakit kepala tentu saja akan lebih berat bahayanya bagi kesehatan, apalagi harus pindah ke miras atau narkoba, memang sih katanya sesuai dengan kampanye nya bahwa yang lain selain rokok tidak mengganggu orang lain secara langsung sebagaimana rokok yang berasap, walaupun asapnya tersebut tidak lebih berbahaya dari asap polusi kendaraan yang memfitnah asap rokok sebagai biang keladi berbagai macam penyakit.

 

Memang sih kalau di fikir-fikir  (sambil ngebul lagi, fuhh...), kakek yang tinggal di desa yang banyak berjalan kaki di udara bersih sambil merokok, umurnya bisa sembilan puluh tahunan sedangkan orang di kota dengan banyak fitness dan anti merokok pun banyak yang kehabisan umur di bawah empat puluh lima tahun saja, mungkin kena polusi dan kebanyakan makan enak yang ngga ada di kampung, walaupun diluar semua itu ya jodoh, nyawa dan rizki hanyalah di tangan Allah.

 

-=*=-