Jual Diri

Kalau mendengar kata jual diri, langsung saja kita akan berfikir bahwa itu pekerjaan para pelacur yang menjual dirinya untuk mendapatkan uang untuk mempertahankan hidupnya, benarkah demikian yang sebenarnya terjadi?.


Setelah kita perhatikan kebanyakan orang yang merasa dirinya bersih akan jijik kepada pelacur yang kotor dikarenakan menjual dirinya dengan harga murah untuk menyambung hidupnya, misalnya para ulama, ustadz dan orang-orang yang kelihatannya soleh lainnya, lain lagi dengan ibu-ibu para pemilik suami yang merasa jijik dikarenakan menjijikan dirinya untuk menutupi rasa takutnya terhadap mereka yang berpotensi merebut suami miliknya tersebut dikarenakan harga mereka yang murah serta terjangkau tersebut.

 

Apa sih sebenarnya jual diri itu?, serta siapa saja yang melakukan jual diri tersebut?, tentunya selain pelacur yang sudah sangat kita ketahui bahwa memang profesinya menjual dirinya, apakah para artis menjual dirinya dengan harga yang cukup memadai?, apakah perempuan menjual dirinya kepada suaminya?, apakah karyawan menjual dirinya dalam bentuk tenaga atau keahliannya, pada perusahaan atau majikannya, apakah manusia menjual dirinya kepada tuhannya demi mendapatkan kekayaan tuhannya, ilmu tuhannya atau apa saja milik tuhannya yang ia harapkan?, ataukah ia ridho menerima apa saja yang terbaik yang tuhannya berikan kepadanya?, rasanya memang iya hampir semua orang menjual dirinya walaupun dengan pembayaran yang berbeda-beda sesuai dengan yang diharapkannya.

 

Apakah semua orang menjual dirinya?, tentu saja jawabannya adalah tidak, mengapa?, karena siapapun yang melakukan sesuatu karena Allah saja, dikarenakan ia tahu bahwa Allah yang Maha Tahu pasti lebih tahu apa yang dibutuhkannya dibandingkan dirinya sendiri, misalnya rizki kita Allah memberikannya melalui pekerjaan, oleh karena itu sudah sudah selayaknyalah bila kita menjalaninya karena Allah yang memberikannya sebagai jalan turunnya rizki, singkatnya adalah orang yang menjalani apa yang sudah Allah berikan dengan ridho bukanlah orang yang yang menjual diri, mengapa begitu?, karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai naluri untuk mencari sembahannya atau tuhannya, jadi bukanlah mencari milik ataupun barang-barang tuhannya, adapun bila tuhannya memberikan ini dan itu karena sayangnnya pada hambanya itu semua karena segala keMahaanNya saja.

 

Untuk di ingat juga bahwa wanita atau perempuan yang membuka-buka auratnya adalah orang yang mengiklankan tubuhnya atau auratnya agar ada pembeli yang berminat membeli karena syahwatnya, bukannya menikahinya karena Allah memberinya jodoh untuk dijalani di jalan yang diridhoi Allah.

 

Disisi lain bagi karyawan atau pegawai yang bekerja karena uang, tentu akan mudah sekali terkena jebakan kecurangan, dikarenakan tanpa terasa akan mencari uang yang sebanyak-banyaknya dengan pekerjaan yang sedikit-dikitnya, alias korupsi waktu, kecuali bila orang tersebut menjalaninya dengan jalan yang diridhoi Allah, maka ia akan selalu berhitung agar ia dan memperkerjakannya sama-sama untung, sehingga pekerjaan serta rizki mereka menjadi berkah, sebagai alat dalam mencapai tujuan akhir dari kehidupan fana, yaitu kehidupan akhirat yang abadi.

 

Oleh karena itu seharusnya kita berhati-hati dalam menjalani kehidupan tempat kita mencari bekal ini, agar tidak terseret dalam perjual diri an, walaupun jauh masih lebih baik jika kita menjual diri kita kepada Allah saja sebagai hamba, daripada menjual diri kepada selain Allah, yang dapat mengakibatkan kemusyrikan ataupun kemurtadan.

 

Semoga kita termasuk orang-orang yang hanya menjual diri kita kepada Allah saja, atau yang lebih baik dari itu jika ada, tentunya, dan selalu ada yang lebih baik disisi Allah, InsyaAllah.

 

-=*=-