Hamba

Allah memberi rizki kepada semua makhluk, tetapi umumnya janji Allah yang baik-baik adalah untuk hambaNya sedangkan janji Allah yang pedih-pedih untuk musuhNya.


Seorang hamba adalah dia yang menggantungkan seluruh hidupnya kepada apa yang dia jadikan tempat dia menghambakan dirinya, begitu pula bagi dia yang menghambakan dirinya kepada Allah saja sebagai tuhannya, maka dia akan menyerahkan segala hidupnya, matinya, ibadahnya hanya kepada Allah saja.

 

Hamba Allah yang baik tentu saja akan senantiasa menerima segala ketentuan dari Allah dengan segala prasangka baiknya kepada Allah serta dengan segala kekurangan dirinya yang tidaklah menghalanginya dari Allah, bahkan menyerahkan kembali kepada Allah segala kekurangannya tersebut, baginya hanya milik Allah saja segala urusan serta hanya kepada Allah saja segala urusan dikembalikan.

 

Maha Suci Allah, seorang hamba hanya berhak menjaga serta memelihara kesucian jiwanya dari selain Allah dengan mensucikan hadast tubuhnya sebagai pengingat kepada jiwanya.

 

Segala Puji hanya bagi Allah, seorang hamba tidak berani mengambil puji-pujian yang hanya milik Allah tuhannya yang menciptakan segala sesuatu termasuk dirinya yang tiada pantas mendapat pujian.

 

Kesetiaan seorang hamba adalah senantiasa menjaga kesadaran dirinya akan Allah Tuhannya, tiada tuhan yang lain di hati dan jiwanya selain Allah saja.

 

KeBesaran Allah serta KeAgungan Allah senantiasa membuat seorang hamba tunduk jiwa maupun raganya kepada Allah saja tuhannya yang telah menundukannya dengan ilmuNya serta Kebesaran ciptaanya.

 

Dengan segala kerendahan hatinya dihadapan Allah, seorang hamba senantiasa merawat serta menyayangi segala ciptaan tuhannya, juga senantiasa berusaha menjadi manusia yang berguna dengan menjalin serta merawat silaturahminya, sebab sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak berguna bagi manusia lainnya, sedangkan sebaik-baik hamba adalah hamba yang paling rendah hatinya dihadapan Allah Tuhannya.

 

Didalam menghadapi serta menyelesaikan segala urusannya, seorang hamba senantiasa akan menyerahkannya hanya kepada Allah Tuhannya saja sebagai sebaik-baik penolong baginya.

 

Sebagai seorang hamba, didalam kehidupan kesehariannya ia akan senantiasa merasa menyertai serta disertai oleh Allah Tuhannya, sehingga merasa senantiasa terperhatikan dan terjaga semua tindak-tanduknya dari hal-hal yang tidak disukai atau tidak diridhoi Allah.

 

Turut mencintai serta menyayangi orang-orang yang disayangi dan dicintai oleh Allah Tuhannya, terutama utusannya yang terpercaya, yang telah memperkenalkannya kepada Allah Tuhannya tersebut, serta yang akan memberi petunjuk jalan berupa syafaat, di padang masyhar agar selamat menuju tujuan akhir dirinya nanti di akhirat dengan selamat.

 

-=*=-