Administrasi Amal

Dua malaikat selalu menyertai kita untuk mencatat amal baik dan amal buruk, di surat zalzalah ada dikatakan di hari akhir nanti bumi akan mengabarkan beritanya, berita apa?, memang bumi itu sendiri adalah makhluk yang telah ditundukan Allah, untuk ditinggali manusia, tapi kembali lagi pertanyaanya, bumi akan mengabarkan berita apa?.


Kalau bumi itu maklhuk hidup memang sudah jelas, terlihat ada sirkulasi air pada bumi, entah sirkulasi apa persamaannya pada manusia, bumi diberi makan dan minum oleh Allah sehinnga tumbuh terus membesar, karena menurut statistik bumi di terpa meteor yang kandungannya entah apa saja, kurang lebih sejenis tanah dan cairan beku, setiap sepuluh menit sekali, semua meteor tersebut dicerna oleh atmosfir sehingga menjadi debu, kecuali yang besar-besar sekali saja yang dapat kita lihat dapat menembus atmosfir dengan sisa yang cukup besar, alam semesta membesar terus menerus setiap saat, sehingga jarak antar planet pun terus menjauh, jika masing-masing planet tidak tumbuh tentu dengan menjauh akan menjadi terlepas, kemungkinan dengan terus saling menjauh itulah yang menjadikan terpeliharanya jarak dan waktu.

 

Tetapi kembali lagi ke pertanyaan bumi akan mengabarkan berita apa?,  ya kemungkinannya adalah mengabarkan segala yang terjadi di muka bumi, dari awal hingga akhir, kalau begitu kemungkinannya, apakah termasuk kabar kita juga?, memang kelihatannya sih begitu.

 

Menyadari bahwa tubuh kita yang terdiri dari trilyunan sel, sedangkan setiap saatnya entah berapa sel yang selesai masa tugasnya alias meninggal, sedangkan meninggal yang kita fahami secara umum adalah habisnya umur yang diberikan Allah kepada kita secara keseluruhan, lalu sel-sel yang berguguran setiap saat kita anggap mereka itu ganti-berganti begitu saja, padahal sudah jelas bahwa kata sel-sel yang mati itu biasa di katakan berguguran, berarti gugur dalam tugasnya dan setiap yang mati atau gugur akan kembali menjadi tanah, berarti selama kita hidup pun tubuh kita senantiasa berguguran menjadi tanah setiap saatnya.

 

Menurut penelitian seorang cendekiawan air di jepang, ia menemukan bahwa air dapat merekam atau menyimpan atau bereaksi terhadap fikiran kita, sedangkan bagian terbesar dari tubuh kita adalah air, jadi tentu saja bagian terbesar dari sel kita pun adalah air, berarti fikiran dan keadaan kita terekam oleh sel dan airnya, yang bila gugur tentu saja akan kembali ke bumi sebagai tanah dan air, secara logika sudah barang tentu menjadi sangat jelas bahwa hampir setiap saat bumi merekam semua keadaan kita melalui guguran sel-sel kita yang telah habis masa tugasnya, jadi jangan mengira Allah tidak tahu segala perbuatan kita, bahkan bumi saja mencatat semua keadaan kita setiap saatnya.

 

Sekarang menjadi lebih jelaslah mengapa Allah menghimbau agar kita ketika berdiri, duduk dan tidur senantiasa mengingatNya, tidak boleh berlama-lama dalam keadaan junub, bahkan ada yang berusaha selalu menjaga wudlu, pandang serta fikiran, demi menjaga agar sel-sel yang gugur tersebut, gugur dalam keadaan baik bahkan syahid jika sel-sel tersebut gugur di jalan Allah.

 

Kita tidak tahu berapa kalikah tubuh kita berganti dari semenjak lahir hingga meninggal dunia nanti, kecuali bagian-bagian yang tidak berganti seperti lever atau hati, syaraf serta kornea mata, dengan begitu tentu saja seandainya harus di timbang pun akan menjadi mudah proses penimbangannya, tinggal membagi tanah menjadi tiga bagian saja yaitu yang gugur dalam keburukan, kesia-siaan dan yang gugur dalam kebaikan, lalu timbang antara yang baik dengan yang buruk banyak mana atau berat mana.

 

Mengingat administrasi pencatatan bumi yang sedemikian telitinya, ada baiknya kalau kita mulai segera memperhatikan segala tindak-tanduk kita, kehalalan makanan serta minuman kita serta kebersihan fikiran kita agar koleksi tanah bekas tubuh kita lebih banyak yang bagusnya dibandingkan yang buruknya.

 

-=*=-