Make your own free website on Tripod.com

Wudlu

Wudlu adalah bersuci dari hadast kecil, tapi ada yang bertanya kalau tayamum dengan debu apa tidak menjadi lebih kotor?.


Hadast besar atau junub disucikan segera dengan mandi besar atau mandi junub, bila harus sedikit di tunda maka dapat ditunda dengan wudlu dulu.

 

Najis terkena anjing harus dicuci dengan air dan tanah sebanyak tujuh kali.

 

Najis dari buang air besar dibersihkan dengan batu sebanyak tiga kali, dan kita tidak usah korek-korek sisanya sampai kedalam anus.

 

Kurang lebih demikianlah aturan kita menghadapi apa yang namanya hadast, kotoran ataupun najis, yang senantiasa menemani kehidupan kita, yang rasanya kalau mau dihilangkan adalah mustahil sebab kita manusia senantiasa membawa najis serta kotoran tersebut didalam perut kita, kita harus mencukupkan menanganinya dengan cara-cara yang telah Allah berikan, diluar itu semua hanya Allah saja yang menilai masalah kebersihan serta kesucian manusia.

 

Bila kita berlebih-lebihan bahkan hingga ketakutan akan kotor tersebut, maka akan dapat menimbulkan penyakit sitangan bersih bahkan akan menjadi sasaran empuk dari syaitan dengan jebakan kurang terusnya yang terkenal ampuh, sehingga kita merasa kurang bersih terus dan belum siap beribadah terus karena merasa masih kurang bersih, padahal buang angin saja yang sangat kecil serta meragukan, dianggap tidak dianggap membatalkan wudlu dikarenakan dianggap hembusan syaitan agar kita was-was serta meragukan wudlu kita.

 

Selain relatif membersihkan tubuh kita, sebenarnya wudlu itu sendiri adalah mensucikan jiwa kita dari rong-rongan atau ikatan duniawi, dengan mengingatkan kita kepada akhirat, air dapat membangunkan kita yang terlelap dalam buaian dunia, sedangkan debu atau tanah akan mengingatkan kita akan asal kita yang dari tanah akan kembali ketanah hanya jiwa kita saja yang nantinya harus menghadapi akhirat, oleh karena itu tayamum akan membangunkan jiwa kita yang sedang diikat dunia atau tanah, jika tanah kembali jiwanya mau kemana?.

 

Ada segolongan orang yang sangat takut kepada kotor maupun najis, sehingga mereka sangat takut jika harus bersentuhan dengan orang lain, mereka takut orang tersebut jorok terhadap kotoran dan najis sehingga akan mengotori mereka, mereka menganggap orang lain tidak becus menjaga kebersihan dirinya, tidak seperti mereka yang merasa pandai menjaga kebersihan diri, tetapi melupakan keutamaan silaturahmi, memupuk prasangka buruk kepada orang lain, merasa suci tubuh tetapi mengotori jiwa sendirinya, menghakimi orang lain mendahului Allah yang memberikan cara yang sederhana dalam bersuci serta mereka menjauhkan islam dari rahmat semesta alam menjadi rahmat bagi mereka sendiri saja.

 

Sungguh orang-orang seringkali mengarang cara bersuci sendiri, yang sebenarnya Allah memberi cara-cara yang sederhana yang siapa saja dimana saja akan dapat melakukannya, lebih mengutamakan kesucian serta kejujuran jiwa manusia itu sendiri, hanya kepada Allah lah kita menyerahkan segala keputusan dari hasil usaha kita.

 

Dalam islam, bila seseorang menyadari perbuatannya yang salah maka secara otomatis akan dianggap taubat atas perbuatan tersebut, maka Allah yang Maka Pengampun akan mengampuni kesalahan tersebut, sebab hal itulah maka bila kita saat berwudlu air kita mengingat kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh anggauta bagian tubuh kita yang kita basuh tersebut, Allah akan mengampuni dosa-dosa tersebut digugurkan bersama basuhan air wudlu tersebut, semua itu disebabkan kita memohon ampun kepada Allah yang Maha Suci lagi Maha Pengampun agar Allah mensucikan kita dari dosa-dosa keseharian kita saat kita terbangun dari dunia untuk menghadap kepada Allah, demikian pula dengan tayamum, dosa-dosa kita digugurkan bersama debu yang kita usapkan kepada tangan kita yang berarti perbuatan kita, serta wajah yang berarti jiwa kita.

 

Rasulullah SAW menyarankan kepada kita memakai baju yang bermotif atau bercorak, tidak memakai baju yang polos ataupun putih polos sama sekali, hal ini mirip dengan himbauan menutupi uban dengan pemakaian pewarna rambut yang tidak menjadikan rambut kita hitam, sehingga kita lupa kepada usia sendiri, begitu pula dengan corak ataupun motif di baju kita, salah satu kegunaanya adalah supaya kita senantiasa ingat bahwa kita sebagau manusia tidak akan pernah dapat menjadi suci tanpa noda samasekali, tidak akan disempurnakan hajat manusia agar manusia tersebut pandai bersyukur, juga dalam hal kesucian ini jangan sampai kita terjebak menjadi keledai putih bertelinga panjang, atau merasa suci padahal menjadi tunggangan dajjal.

 

-=*=-