Make your own free website on Tripod.com

Syahadat

Banyak ummat islam yang mengira bahwa syahadat adalah syarat masuk islam saja, sehingga karena sudah islam jadi tidak lagi memperhatikan syahadatnya lagi yang sebenarnya adalah rukun pertama dari rukun islam, atau dapat dikatakan sebagai fondasi islam, yang oleh umat islam kebanyakan telah digeser fondasi nya kepada shalat, yang sebenarnya rukun kedua.


Padahal dilihat dari shalat saja, sehari akan berapa kali kita mengucap syahadat serta shalawat, pada saat berdo'a kita akan di tanya, tahu do'a dari siapa?, melalui siapa?, yang tentu saja akan kita jawab dari dan punya Allah melalui Rasul Nya, oleh karena itulah do'a seharusnya di awali dengan Basmallah serta diakhiri dengan shalawat, yang sudah barang tentu sangat berkaitan dengan syahadat pula.

 

Kehilangan syahadat banyak terjadi pada umat islam yang tidak ataupun kurang memeliharanya sehingga mereka tanpa terasa berusaha mempelajari yang tinggi-tinggi yang sulit didapat, meninggalkan yang sederhana karena di anggap kurang ataupun tidak berharga, sehingga pada akhirnya menjadi ingkar sunnah, yang sebenarnya kehilangan syahadat sama saja dengan keluar dari islam, sungguh aneh orang-orang ini apakah terlalu pintar hingga keblinger ataukah memang terkena penyakit kebodohan, sehingga bersikukuh kepada yang disampaikan akan tetapi tidak percaya ataupun tidak perduli kepada yang menyampaikannya, walaupun dalam syahadatnya sebenarnya mereka bersaksi bahwa ia telah mengenal Tuhannya yang hanya satu yaitu Allah melalui rasul Nya yaitu Muhammad Rasulullah SAW yang berjuluk al amin.

 

Sebenarnya apapun yang ada di dunia ini seharusnya senantiasa mengingatkan kita kepada Siapa yang memberinya serta Siapa yang menciptakannya yang tentu saja hanya Allah yang Maha Kaya lagi Maha Pencipta, yang kita mengenalnya melalui Rasul Nya, oleh karena itu sudah seharusnyalah apapun didunia ini bila kita mengamati serta merenungkannya akan senantiasa mempertebal dan memperdalam tingkat syahadatnya.

 

Menimang semua alasan di atas sungguh dengan rendah hati atau tawadhu lah seharusnya kita menyikapi diri sendiri, agar senantiasa kita merawat syahadat kita sebaik-baiknya sehingga tidak sampai tergusur ke jurang kemurtadan, kata bijak menasihati kita bahwa terpeleset itu disebabkan kerikil yang kecil, bukannya oleh batu yang tentunya akan terlihat oleh kita sehingga dapat menghindarinya.

 

Ingatlah bahwa di saat kematian yang menjadi modal paling utama adalah Tiada Tuhan Melainkan Allah, yang kita mengetahuinya melalui Muhammad Rasulullah SAW, sebagai sebaik-baik penyampai.

 

Semoga mengingat kematian tersebut dapat senantiasa mengingatkan kita untuk merawat serta menjaga syahadat kita dengan sepenuh jiwa islam kita, sehingga Allah berkenan menjadikan sakratul maut yang super sakit menjadi super mulia, sesuai janji Allah kepada hambanya, bahwa tiada rasa sakit sebiji zarah pun selain akan ditambah kemulian orang tersebut.

 

-=*=-