Make your own free website on Tripod.com

Sumpah

Orang islam hanya diidzinkan bersumpah dengan nama Allah saja, tetapi mengapa di dalam qur'an banyak kita temukan Allah bersumpah dengan sesuatu yang lain, bahkan barang-barang biasa yang ada di dunia?.


Bersumpah dengan buah tin dan zaitun yang banyak manfaatnya, buah tin ciptaan Allah, begitu pula dengan zaitun, manfaatnya bagi kita tentu saja pemberian Allah juga, bukit sinai atau tursina milik Allah, begitu pula kota mekah yang diamankan Allah lah yang menjaganya.

 

Yang paling mendekati akal sehat kita tentunya benda-benda tersebutlah yang pada saat diciptakan telah bersumpah kepada Allah untuk melaksanakan tugasnya dengan taat atau pasti, jadi artinya Allah hanya menceriterakan sumpah si benda kepada Allah dahulu kala.

 

Buah tin paling banyak terdapat di palestina, minyak zaitun seringkali dipakai sebagai perumpamaan hati kecil, bukit sinai atau tursina adalah tempat nabi Musa AS, menerima sepuluh firman pertama yang diberikan oleh Allah untuk menjadi pedoman langsung hidup manusia, atau kitab Allah yang pertama diturunkan untuk manusia, sedangkan kota mekah adalah kota yang akan diamankan oleh Allah sehingga akhir masa.

 

Jika melihat dari sisi tempat, palestina adalah akhir atau ujung dari perjalanan para nabi dari keturunan nabi Ishak AS, yang didustakan para kaumnya, sedangkan kota mekah yang diamankan atau tanah haram adalah akhir dari perjalanan keturunan nabi Ismail AS, yaitu Rasulullah SAW.

 

Semua kitab Allah sebelum al Qur'an terkumpul serta terhenti di palestina, sedangkan kitab suci terakhir yang terjaga kesuciannya, yaitu al Qur'an yang telah disempurnakan ataupun dilengkapi dari semua kitab Allah yang telah diturunkan terhenti di makah kota yang terjaga keamanannya sampai akhir masa.

 

Pada saat Isra Mi'raj, Rasulullah SAW, diperjalankan dari masjidil haram di mekah menuju masjidil aqsa di palestina lalu mengambil tugas shalat, setelah itu kembali ke masjidil haram di kota mekah yang diamankan, tidak lama setelah itu maka dipindahkan pula kiblat ummat manusia dari masjidil aqsa ke ka'bah di masjidil haram.

 

Dapat pula kiranya hal tersebut diartikan bahwa Allah memerintahkan Rasulullah SAW. untuk menjemput dahulu para pemeluk kitab Allah sebelum al Qur'an yang masih berkiblatkan masjidil aqsa untuk segera berpindah ke al Qur'an dengan berkiblatkan ka'bah di masjidil haram, berpindah dari palestina yang tidak terjamin, ke kota mekah yang terjaga keamanannya, berpindah dari kitab yang terkena campur tangan manusia kepada kitab suci al Qur'an yang terjaga, setelah itu barulah Allah memberikan perintah shalat lima waktu yang setara dengan lima puluh waktu.

 

Sebagaimana dapat kita lihat sekarang ini di palestina, yang menjadi tempat para mujahid menjalankan keyakinan jalan hidup yang mereka pilih untuk gugur dijalan Allah, menghadapi kaum tertentu yang sangat ingin merebut masa lalu mereka bukannya masa depan, kiblat lama serta tempat meratap yang sudah berakhir masa berlakunya dan bukannya meraih kiblat baru di tempat yang diamankan Allah.

 

Begitulah Allah memberikan pilihan bagi manusia sekarang, apakah akan memilih kiblat palestina yang senantiasa panas ataukah akan memilih kiblat ka'bah di mekah yang tentram terjaga dan diamankan hingga akhir jaman, sebagaimana pilihan kiblatnya demikian pula yang akan terjadi dengan hati serta jiwanya, salah memilih berarti hati serta jiwanya akan senantiasa panas.

 

Aman, tenang dan tentram adalah sakinah atau bahagia, sakinah atau bahagia adalah uang muka surga yang dibayarkan didunia, menurut keterangan diatas tidak ada agama lain yang dapat membawa ummatnya kedalam kebahagiaan hidup selain Islam.

 

-=*=-