Make your own free website on Tripod.com

Shalawat

Sehari-hari kita banyak sekali mendengar orang-orang bershalawat dengan bermacam-macam model shalawat, dari yang paling simple sampai dengan yang sangat panjang, mengapa bisa sedemikian banyaknya ragam shalawat, sampai kita tidak tahu lagi shalawat apa yang kita dengar itu.


Setelah diamati sekian lama, akhirnya dapat dimengerti juga sedikit penjelasan tentang shalawat yang sangat beragam itu, kiranya shalawat itu sendiri merupakan pengejawantahan rasa terimakasih kita kepada Rasul Allah, bahkan shalawat yang paling pendek justru merupakan peringatan kepada kita agar menjadi orang yang tahu terima kasih atau lebih tegasnya adalah tahu diri, sebab tahu diri adalah cikal bakal dari tawadhu dan kehambaan manusia, bagaimana tidak, kita harus berterima kasih setelah kita di tolong dari bahaya bencana setelah kematian, sedangkan orang yang merasa tertolong dari ancaman kematian saja merasa hutang nyawa kepada penolongnya, apalagi ini hutang surga.

 

Shalawat itu sendiri kalau dilihat dari sudut fungsinya, maka shalawat merupakan bukti dari persaksian kita dalam syahadat, sebab kita mengenal Allah melalui utusannya, berterima kasih kepada utusannya tentu saja merupakan bukti bahwa kita mengakui kebenaran serta ketulusan utusan tersebut, jika kita ada orang yang memperkenalkan kita kepada presiden sudah pasti kita akan berterima kasih pada orang tersebut, apalagi memperkenalkan kepada Tuhannya yang dalam naluri kita senantiasa mencari Tuhan sebagai sembahannya, jadi shalawat itu sendiri adalah penguat dan penebal syahadat kita.

 

Bila Shalawat kita pandang dari sisi do'a yang bila kita mendo'akan orang lain dengan tulus maka kita akan mendapatkan yang sama dengan yang dido'akan tersebut, maka shalawat merupakan do'a yang pasti terkabul dan kita pasti akan mendapatkan yang sama, sungguh ini merupakan tip dan trik yang diberikan oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang, yang telah memberikan suatu do'a yang pasti terkabul, hanya masalah ketulusan kita kepada syahadat saja yang menjadi kuncinya.

 

Oleh karena itu peliharalah shalawat kita agar tidak digerogoti kelalaian, sehingga tetap terjaga fungsinya sebagai sebuah do'a yang super makbul.

 

Dengan shalawat kita juga dapat terjaga dari bahaya ingkar sunnah yang dapat menyeret kita kepada kemurtadan yang jangan pernah kita sampai menyentuhnya.

 

Shalawat juga merupakan sarana kita bersyukur karena telah diberi penerangan dari kegelapan yang menyesatkan pada kebodohan, sedangkan apa-apa yang kita syukuri Allah berjanji akan melipat gandakannya.

 

Shalawat merupakan penutup dari setiap do'a agar tidak terkatung-katung do'anya, sebab akan dalam berdo'a akan dipertanyakan punya siapa, kepada siapa serta tahu dari siapa do'a yang sedang dipanjatkan tersebut.

 

Shalawat juga dapat menjadi tanda pengenal bagi kita agar dapat ikut dalam perahu syafa'at di padang mahsyar nanti.

 

-=*=-