Make your own free website on Tripod.com

Shalat

Indonesia sebenarnya merupakan negara yang memiliki penduduk beragama islam terbanyak di dunia, tapi kenapa kehidupan di indonesia kelihatannya seperti sangat tidak islami, dimana letak kesalahannya sehingga akhlak penduduknya banyak sekali yang buruk, umat islam yang harusnya satu qiblat serta satu sembahan yang Maha Tunggal kenyataanya tidak kompak sama sekali.


Shalat adalah rukun islam yang kedua dari lima rukun, ada baiknya kita mengenali seluruh rukun tersebut secara sepintas dan sederhana saja.
 

Rukun islam yang pertama yaitu syahadat, sebenarnya mengisyaratkan kita untuk menjadi satu sembahan, satu panutan serta satu qiblat, kalau tidak hati-hati dalam hal ini bisa-bisa copot syahadat kita.

 

Rukun islam yang kedua yaitu shalat, seharusnya menghindarkan kita dari perbuatan keji dan mungkar serta mendekatkan atau perduli kepada fakir miskin dan anak yatim.

 

Rukun islam yang ketiga yaitu zakat, selayaknya menjadi pendalaman terhadap rukun kedua poin dua, yaitu mengenal dengan lebih mendalam atas fakir miskin dan anak yatim.

 

Rukun islam yang ke empat yaitu puasa, diharapkan menjadi ajang pacu dalam meningkatkan kualitas rukun kedua poin kesatu secara lebih baik sistem penghidaran diri dari perbuatan keji dan mungkar, dengan melatih kesabaran, sekaligus melatih prihatin diri, yang juga meningkatkan penghayatan pada rukun dua poin dua.

 

Rukun islam yang kelima yaitu haji, sebaiknya menjadi komitmen diri dalam menjalani pola kehidupan yang islami secara istiqomah.

 

Kembali pada topik kita yaitu shalat, melihat fungsi shalat serta sangat pentingnya silaturahmi dalam islam, seharusnya kasus seperti tersebut di atas tidaklah terjadi di negara tercinta ini. mengapa kasus seperti di atas dikaitkan dengan shalat sebagai rukun kedua sedangkan rukun-rukun lainnya mungkin akan lebih cocok, atau bahkan tentu saja keseluruhan rukunnya sudah pasti cocok, karena pembahasan dasar dari permasalahan ini adalah masalah fungsional, jadi contoh yang paling cocok adalah shalat yang diharuskan dilakukan lima kali disetiap harinya, sebab jika umat islam melaksanakan semua rukun dan berfungsi tentu saja masalah tersebut diatas tidak akan ada.

 

Mengingat masalah berfungsi tidak berfungsinya sesuatu, tiba-tiba jadi teringat akan suatu masa, dimana masa itu semua yang telah dimatikan akan dihidupkan kembali dari kematiannya, dengan disusunnya kembali tubuh dari tulang ekor yang tersisa, pada saat itu ada yang digulungkan shalatnya kemukanya yang disebabkan karena orang itu melakukan shalat namun shalatnya tidaklah menghasilkan apapun selain kesia-siaan, yang dapat pula diartikan bahwa shalatnya tidak berfungsi, seperti orang yang sibuk bekerja keras tetapi tidak menghasilkan apapun yang berguna selain lelah, seperti orang menyalakan pendingin udara (ac) tetapi udara tidaklah menjadi dingin karena ac nya tidak berfungsi, udarnya tidak menjadi dingin tapi listrik tetap harus bayar, seharusnya paling tidak shalat kita menghasilkan empat poin seperti yang diterangkan pada poin-poin rukun islam yang kedua, barulah shalatnya itu dapat dikatakan berfungsi dan InsyaAllah tidak akan digulungkan kemuka kita di hari kebangitan nanti.

 

Apakah sebenarnya shalat itu?, setelah berusaha untuk mencari, mendengarkan, membaca, melihat, mencoba, menjalankan, menjalani lalu merenungkannya, meneliti diri, meyakini serta menghayati, kurang lebih shalat itu adalah pola ibadah terbaik yang diberikan Pencipta kepada makhluk ciptaannya yang secara nalurinya senantiasa mencari sembahan, lalu apakah yang terjadi selama melaksanakan shalat itu?, apa yang terjadi?..., selama shalat...?, wah... sulit untuk mengatakannya ataupun untuk menggambarkannya, jadi untuk lebih mudahnya sebaik kita datang sendiri kesana untuk mengikuti perjalanan shalat tersebut dengan mata kepala sendiri, tentunya akan menjadi lebih jelas.

 

Ayo, ayo... cepat buat yang mau ikut... perjalanan shalat akan segera dimulai... Allah sudah memanggil melalui adzannya... untuk yang mau ikut segera membeli karcis di pintu akhirat...

 

waaahh... kita masih tertidur dilenakan dunia, cepat siram dengan karcis air wudlu agar bangun menghadap akhirat, yang kehabisan bisa memakai karcis debu tanah pengingat kematian atau karcis debu tanah asal pembuatan tau penciptaan...

 

Kami semua telah masuk dan siap... pintu dunia akan segera ditutup dengan kebesaran Allah, Allah Maha Besar yang kebesarannya menutup segala sesuatu, pintu dunia tertutup.

 

Kami telah siap mendengar serta kami berjanji didada kami bahwa tangan kiri perlambang salah ataupun buruk akan kami tutup dengan ikatan erat  tangan kanan sebagai perlambang kebenaran dan kebaikan karena Engkau saja Dzat Maha Tunggal, dengan jari telunjuk kanan kami sebagai saksinya.

 

Bathin kami melihat serta mendengar Engkau firmankan tujuh inti ilmu alam semestamu yang maha agung, yang Engkau jadikan tujuh ayat yang menjadi induk semua ayat dalam seluruh surat, yang seluruh surat tersebut telah engkau jadikan kitab yang terpelihara serta suci, yang didalam kitab tersebut terdapat perumpamaan dari seluruh permasalahan seluruh manusia, yang juga didalamnya terdapat ilmu seluruh alam semesta, kami bersaksi bahwa kami telah mempelajari ilmu Mu, bersama lisan kami yang mengucap beberapa ayat  Mu.

 

Allah Maha Besar lagi Maha Agung, kami tunduk pada ke agungan Mu, Maha Suci Allah yang Maha Agung dan kami memujiNya, kami sucikan ke AgunganMu dari prasangka kami yang dangkal ya Allah serta kami bersyukur kepadaMu ya Allah sehingga kami tidak tunduk kepada selain Engkau.

 

Allah Maha Besar lagi Maha Mendengar semua hambanya, ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang sungguh Engkau yang Agung sedemikian besar perhatianMu kepada kami, sungguh tiada tuhan pantas bagi kami selain Engkau ya Allah.

 

Allah Maha Besar lagi Maha Tinggi, kami takluk padaMu ya Allah, kami bersujud takluk dihadapanMu, Maha Suci Allah yang Maha Tinggi dan kami memujiNya, kami sucikan ke TinggianMu dari prasangka kami yang rendah ya Allah, kami bersyukur kepadaMu ya Allah sehingga kami tidak takluk kepada selain Engkau.

 

Allah Maha Besar, kami terduduk disini untuk merenungkan Engkau yang telah menundukan serta menaklukan kami dengan seluruh ke Mahaan Mu, KesucianMu serta KasihSayangMu ya Allah, engkau yang Maha Mengetahui, yang mengetahui segala kebutuhan kami, mengetahui segala kekurangan kami serta mengetahui segalanya tentang kami, tentu Engkaulah yang menciptakan kami ya Allah tuhan kami.

 

Allah Maha Besar lagi Maha Tinggi, kami berserah diri dengan sepenuh hati dengan bersujud padamu ya Allah yang Maha Tinggi, tiada sembahan yang pantas kami sembah selain Engkau ya Allah sembahan kami, Maha Suci Allah yang Maha Tinggi dan kami memujiNya, kami sucikan ke TinggianMu dari prasangka kami yang rendah ya Allah, kami mendengar, kami tunduk, kami takluk, kami menyembah, kami bersujud, kami taat padaMu ya Allah.

 

Allah Maha Besar, kami menemukanMu ya Allah, kami menemukan tuhan kami, kami duduk bersaksi kepadaMu dengan jari telunjuk kanan kami, bahwa tiada tuhan selain Enkau ya Allah, dan kami bersaksi bahwa Muhammad Rasulullah adalah sebenar-benar utusan darimu ya Allah, maka tempatkanlah Muhammad Rasulullah beserta keluarganya di tempat mulia yang telah Engkau janjikan.

 

Allah Maha Besar, kami telah menemukan kebenaranMu serta keselamatanMu melalui RasulMu ya Allah, kami berniat mengajak seluruh ummat di antara kedua kutub kedalam keselamatunMu, rahmatMu serta barokahMu ya Allah, segala puji bagiMu ya Allah yang tiada yang pantas di puji selain Engkau.

 

Eehhh... kita sudah kembali lagi di gerbang dunia... semoga hikmah perjalanan shalat ini terbawa dalam shalatan kehidupan, yang berfungsi serta dapat menjadikan keseluruhan rukun berfungsi dengan baik, sehingga tidak terjadi lagi kekacauan hasil dari kesia-siaan.

 

Jadi salah satu kaitan antara syahadat dan shalat kita adalah, kalau shalatnya mantap maka syahadatnya tambah mantap, kalau syahadatnya mantap ummat jadi kompak, kalo ummat kompak... ya tidak kacau... kalau tidak kacau, terus..? au ah capek....

 

-=*=-