Make your own free website on Tripod.com

Kesadaran

Khamr atau  yang memabukan adalah sesuatu yang menghilangkan atau mengurangi kesadaran, diharamkan untuk dikonsumsi dikarenakan menghilangkan kesadaran yang sangat penting sekali.


Pola hidup islami sangat membutuhkan kesadaran yang tinggi sekali, bahkan wudlu pun batal bila kehilangan kesadaran dikarenakan tertidur, apalagi mengkonsumsi barang-barang yang memabukan.

 

Kesadaran adalah modal utama dari kewaspadaan, bila kewaspadaan kita berkurang terlalu banyak maka akan mudah sekali kita terkena penyakit lalai, terutama lalai yang disebabkan tergesa-gesa dan terbiasa.

 

Suatu ketika pernah para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang siksa kubur, banyak sekali orang yang terkena siksa kubur dikarenakan kelalaiannya jawab Beliau.

 

Manusia adalah makhluk yang banyak alpha, sehingga mudah sekali terkena penyakit lalai tersebut, oleh karena itu kita haruslah memelihara kesadaran kita sebaik-baiknya, agar menjadi waspada terhadap jebakan-jebakan syaitan yang sedemikian banyaknya.

 

Jebakan syaitan yang paling ampuh adalah melalui ketergesa-gesaan yang dihembuskannya, ketergesaan atau terburu-buru itulah yang paling besar andilnya dalam menghilangkan esensi atau arti dari perbuatan kita, sehingga kita merasa sudah melakukan sebagaimana seharusnya tanpa menyadari lagi bahwa perbuatan tersebut tidaklah lagi terkait kepada akhirat sehingga kehilangan pahalanya.

 

Kasus-kasus yang umum terjadi adalah, salam yang sudah bukan do'a lagi, basmallah tanpa menghadirkan Allah, adzan terdengar seperti bel alarm saja, padahal adzan adalah panggilan yang wajib dijawab, dzikir yang terburu-buru karena banyaknya, sehingga tidak tahu lagi artinya apa.

 
Ada orang yang mempertanyakan pada saat ada larangan mengkonsumsi khamr bahkan keraknya sekalipun adalah haram, tetapi ayat yang melarang shalat dalam keadaan mabuk sehingga mengerti apa yang diucapkan mengapa masih berlaku?, sehingga sebagian orang mengambil kesempatan dengan menganggap khamr boleh asalkan tidak mabuk, sebenarnya bila diperhatikan lebih teliti maka akan ditemukan bahwa pada ayat tersebut tidaklah dikatakan mabuk karena apa, padahal yang namanya mabuk kepayang serta mabuk duniawi juga dapat membuat kita lupa segalanya sebab segenap fikiranya terperangkap pada yang dimabukinya tersebut.
 

Banyak orang berlomba-lomba mencari amalan sebanyak-banyaknya sehingga menjadi berat dan terburu-buru dalam melaksanakannya, padahal kita sudah disarankan untuk berdo'a agar terhindar dari ilmu yang tidak bermanfaat, memang ilmu itu sendiri kalau dilihat satu persatu semuanya bermanfaat tetapi kalau sudah terlalu banyak jadi saling memberatkan, sebagaimana kalau kita makan, kalau cukup ya sangat bermanfaat, tetapi kalau terlalu banyak tentu saja menjadi penyakit.

 

Rasanya semenjak kita TK dan SD yang namanya do'a sehari-hari sudah diajarkan, hanya saja bedanya sewaktu kanak-kanak kita hanya menghapalnya saja, ada baiknya setelah kita mengerti artinya kita dapat menjadikannya pola hidup islami yang menjadikan kita senantiasa mengingat kepada siapa kita berdo'a, dari siapa kita tahu do'a dan seterusnya, sehingga kita senantiasa dapat mengingat Allah serta RasulNya dalam kehidupan keseharian kita.

 

-=*=-