Make your own free website on Tripod.com

Berprasangka Baik

Berprasangka baiklah kepada Allah, sebab Allah adalah seperti apa yang kita prasangkakan, kita menjadi orang yang beruntung atau merugi sangatlah tergantung pada prasangka kita kepada Allah.


Prasangka baik kepada Allah dapat menjaga kita dari godaan syaitan yang selalu mencari celah untuk menjerumuskan kita kepada jurang kenistaan, sebab prasangka buruk kepada Allah akan menjauhkan hati kita dari Allah dan mendekatkannya kepada syaitan, sedangkan syaitan akan menggoda kita dengan cara memanfaatkan prasangka kita, bila kita sedang dalam keadaan buruk maka kita berprasangka bahwa Allah tidak akan memperhatikan kita, maka syaitan akan mempergunakan jurus kadung basah nyebur sekalian, sedangkan prasangka buruk tersebutpun hasil dari hembusan syaitan itu sendiri, syaitan akan mengatakan bahwa dalam keadaan buruk do'a tidak akan didengar, Allah tidak mau didekati orang yang kotor, percuma berbuat baik karena tidak akan diberi pahala serta lain-lain hembusan yang serupa yang membuat kita semakin menjauh saja dari Allah, saat kita ingin mulai taubat syaitan akan mengeluarkan jurus menunda-nunda, dengan berkata percuma meminta ampun selagi kotor karena tidak akan diampuni, nanti saja kalau sudah siap taubat habis baru Allah akan mengampuni, dan seterusnya, sehingga membuat kita sulit memulai.

 

Begitu pula hembusan syaitan saat kita telah bertobat, bahkan dalam keadaan tidak burukpun akan selalu di hembus prasangka buruk kepada Allah, syaitan akan mengeluarkan jurus kurang terus, dengan mengatakan masih kurang bersih, kurang khusyu, kurang banyak, kurang lama dan seterusnya, sehingga dengan beban kurang teruspun kita akan merasa berat serta frustasi, bahkan bila dapat diikuti pun akan membuat kita menjadi berlebih-lebihan, semua kesulitan buatan syaitan tersebut akhirnya akan membuat kita bingung, was-was, ragu, bahkan ketakutan yang semuanya itu memang keahlian syaitan..

 

Oleh karena itu sangatlah baik bila kita rajin mencari bahan-bahan prasangka baik kepada Allah agar tidak mudah menjadi permainan prasangka hembusan syaitan.

 

Sebaiknya kita mengingat selalu bahwa Allah tidak pernah menjauhi kita, sekali Allah mendekat tidak akan pernah lagi menjauh, hambaKu mengingatKu Aku akan mengingatnya nanti, hambaKu mendekat dengan berjalan Allah mendekat dengan berlari, hambaKu mendekat satu langkah Allah mendekat sepuluh langkah, Allah tidak memberi ketentuan dimana ataupun sedang apa hambaNya tersebut, belum lagi segala keMahaan Allah yang diluar jangkauan kita, Allah Maha Pengampun, dosa seluruh alam semestapun dengan mudah saja Allah dapat ampuni, sebanyak serta seberapa kalipun dosa hambanya Allah akan mengampuninya terkecuali hambaNya tersebut yang sudah bosan memintakan ampunan.

 

Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat, Maha Tahu lagi Maha Kuasa, jadi sedang apa, dimana, bagaimanapun juga keadaan kita Allah senantiasa mendengar, melihat, tahu serta berkuasa apapun atas kita.

 

Prasangka baik kepada Allah adalah segalanya, dapat menjadikan kita tawadhu, sabar, bersyukur, besar hati, tenang, tentram, aman dan lain sebagainya yang tidak akan habis dituliskan.

 

-=*=-