Make your own free website on Tripod.com

Angkat Tangan

Angkat tangan!! begitu umumnya kita mendengar ataupun melihat pada saat orang-orang sedang berdo'a, benarkah pada saat berdo'a kita diharuskan mengangkat kedua tangan kita?.


Rasulullah SAW, dalam kesehariannya tidak mencontohkan mengangkat kedua belah tangannya pada saat Beliau berdo'a, kalau tidak salah hanya dua kali saja Beliau mengangkat kedua belah tangannya ketika berdo'a, salahsatunya pada saat shalat memintakan hujan.

 

Mengingat sedemikian sedikitnya contoh mengangkat lengan tersebut pada saat berdo'a tentunya dapat kita simpulkan bahwa mengangkat kedua belah tangan kita saat berdo'a tidaklah disarankan, apalagi tentunya diwajibkan, terkecuali pada saat-saat yang khusus saja.

 

Ada sebagian bahkan mungkin banyak orang yang merasa harus mengangkat kedua belah tangannya pada saat mereka berdo'a yang didasarkan kepada rujukan yang menganggap sombong seorang hamba yang tidak mau mengangkat tangannya untuk berdo'a kepada Allah Tuhannya.

 

Seharusnya kita memahami betul bahwa tidaklah mungkin ada pertentangan antara qur'an dan hadist, sebab kedua-duanya adalah saling medukung satu sama lain, qur'an sebagai patokan baku aturan ilahiah dan hadist sebagai petunjuk pelaksanaannya yang manusiawi, tentunya orang yang dianggap sombong tersebut tentulah orang yang tidak mau meminta kepada Allah yang Maha Kaya lagi Maha Pengasih, sebab manusia adalah makhluk yang serba kurang, jadi pada dasarnya kalau manusia tidak mau meminta kepada Allah tentu dia akan meminta kepada selain Allah, Maha Tahu Allah pencipta manusia akan apa yang tersembunyi didasar hati manusia.

 

Sebenarnya bila kita dalam keadaan berdo'a lalu mendapatkan khusyu, tentu saja airmata akan dengan deras bercucuran serta tangan kita akan dengan sendirinya terangkat sebab hati tuluskepada Allah, sedangkan bila kita memaksakan mengangkat tangan kita tanpa hati tulus memandang Allah, maka akan lebih cenderung menjadikan kita riya agar terlihat serius serta khusyu berdo'a dihadapan orang lain bukannya dihadapan Allah.

 

Hal berbahaya selain khusyu tersebutlah yang mungkin menjadikan mengangkat tangan pada saat berdo'a tersebut menjadi tidaklah disarankan, sebab akting khusyu tersebut memang dapat diperjual-belikan dengan harga yang tinggi, dan rasa-rasanya di jaman seperti sekarang ini memang sudah banyak kita dapat melihat perdagangan akting khusyu ini, sungguh Maha Tahu Allah melalui RasulNya akan kelakuan manusia yang sangat bermacam-macam tingkahnya tersebut.

 

Memang sebaiknya kita hanya mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasul Allah yang terpercaya saja dalam berdo'a serta bermunajat kepada Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, biarlah Allah saja yang menentukan apakah berkenan mengangkat tangan kita dalam derasnya airmata khusyu, serta terbuka mata bathin dihadapannya, ataukah kita masih harus sabar serta tawadhu menantinya tangan kita terangkat, serta terkabulnya do'a sepenuh prasangka baik kita kepada Allah.

 

Angkatlah tangan saat berdo'a bila Allah menghendakinya, namun janganlah kita mengangkatnya jika rasa pantas tidak pantas kita yang menuntutnya, sebab rasa pantas tidak pantas kita sangat berkaitan dengan pantasnya dilihat orang lain.

 

-=*=-